ketika kopi bertemu cangkirnya.

salah.

Posted on: July 16, 2010

di suatu sore aku menghabiskan waktu berbincang-bincang dengan teman baru saya (just call him ADIT). saat itu aku lebih banyak mendengarkan daripada bercerita. Adit punya banyak cerita menarik yang belum pernah aku dengar. kebetulan dia dari Bali dan beragama Hindu, yang aku sendiri kurang banyak tau. disitu aku banyak menerima pengetahuan baru. baru kali ini aku mendengarkan hal mistis tanpa unsur yang menakutkan, bukan seperti cerita hantu yang biasa diceritakan selama ini. nice !

ada satu cerita yang membuatku membuka mata lebih lebar. Adit sendiri punya pacar di Bali yang beragama islam, islam pedalaman yang masih ketat buat memandang dunia luar. dia bercerita bahwa pertama kali kerumah pacarnya, dia di sambut baik (pada dasarnya karena Adit sendiri anak baik), tapi setelah tau Adit bukan orang islam, orangtua pacarnya gak mau anaknya pacaran lagi sama Adit. sangking gak pengen anaknya ketemu Adit lagi, orang tuanya sampai nyembunyiin anaknya di entah berantah (maaf, saya lupa. pokoknya jauh dari rumahnya yang sebelumnya). Adit bilang kalau dia cuma tau daerahnya dan gak tau alamatnya, tapi dia nekat berangkat  kesana. seharian dia cari rumahnya sambil ngetokin pintu rumah orang-orang buat nanya. tapi gak sampai lima menit Adit sampai di rumah pacarnya, dia di usir. di teriakin, di maki-maki, disuruh keluar dari rumah . waktu itu Adit cuma tanya “emangnya salah saya apa pak ?”

waktu itu aku langsung tepuk tangan denger ceritanya Adit. keren ! hebat ! good job ! muji-muji Adit buat satu kalimat itu.  benar, emang kenapa kalau kita beda agama. agama ku percaya adanya tuhan, ajaranNya mengajak kepada kebaikan. apa yang berbeda ?. apakah tuhan tidak mengajarkan menghargai ataupun menghormati ? Dunia ini terlalu luas untuk membuat semua orang harus memiliki cara pandang yang sama dengamu, terlalu luas untuk memiliki agama yang sama denganmu, terlalu luas untuk punya prinsip yang sama denganmu.

semua orang berbeda. dari detik dia lahir hingga detik ia mati. haruskan hidupnya berharga harus dikorbankan untuk melakukan hal yang sama dengan yang lain ? itupun tujuan kita sama. di dunia ini hanya ada 2 macam orang. orang baik dan orang jahat.  orang baik tidak selamanya baik dan orang jahat tidak selamanya jahat.

see ! dunia ini indah kawan, hanya dari mana kamu memandangnya.

1 Response to "salah."

Hal yg bbrapa kali aku sempat bahas jg ma elang.. Dia jg mengatakan hal yg sama “semua agama kan mengajarkan kebaikan. Apa yg salah dgn itu?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Just a Picture.

chya wa here !

Cantya Paramita

Mahasiswa arsitektur biasa yang berharap luar biasa dan bertingkah tidak biasa.

What’s happening?

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


  • None
  • nolly: Pertamaxxx !! Aku suka kata2 ini, merancang itu menyenangkan, hingga seseorang menirumu :)
  • some1uknow: love is fated. ^_^
  • nollyartha: Pertamaxxx !! Hahaha. Lagi gethol2nya nyari cowok neh.. :p Semangat chomaricho!
%d bloggers like this: