ketika kopi bertemu cangkirnya.

people are people !

Posted on: January 31, 2010

saya yang notabene mengeleskan diri di salah satu tempat les-lesan bahasa inggris bergengsi (sebut saja EF ! xD) otomatis banyak diajar oleh para bulekong-bulekong. sampai sekarang kira-kira sudah setahun lamanya saja menjalani les disini saya sudah melewati 6 level yang panjang (sampai berita ini turun saya berada di level 10). di post kali ini saya tidak akan membahas mengenai kegiatan di tempat les saya, melainkan quote yang di ucapkan guru bulekong saya yang mengubah cara pandang saya selama ini.

dulu saya selalu ingin menjadi orang baik. yang menurut saya tidak baik akan saya hilangkan, (makanya saya dulu obsesi jadi presiden).

ketika saya SMP ada percakapan seperti ini (untuk keakuratan percakapan saya sudah lupa, tapi inti dari percakapan ini mungkin tidak akan saya lupakan seumur hidup)

saya : aku jadi presiden bakal ngapus semua pabrik rokok yang ada. biar gak ada lagi orang yang ngerokok atau mati gara-gara rokok.

sahabat : terus yang kerja di pabrik rokok gimana? yang punya pabrik rokok  gimana ?

saya : (dalam hati berfikir, berkata “oh iya !” tapi saya tetep keukeuh sama PABRIK ROKOK DITIADAKAN) ya aku suruh bikin pabrik lain selain rokok !

sahabat : emang gampang ?

saya: pokoknya gitu !

di atas ini merupakan pembicaraan kurang lebih 5 tahun lalu, saat saya masih SMP kelas dua. waktu itu saya selalu ingin dunia menjadi lebih baik.

caranya ?

yang jelek semuanya di buang.

namun karena perkembang zaman, umur, serta pengalaman yang saya lalui (saya suka sekali debat !) saya baru menyadari bahwa semua hal memiliki dua sisi, semua terbagi menjadi sisi baik dan sisi buruk, TIDAK ADA YANG TIDAK. yang membedakan hanyalah kadar kebaikan dan keburukannya.

kembali pada kata-kata guru bule saya. namanya John Brinjak (ada yang kenal? kalau ada tolong sampaikan salam saya). guru saya ini merupakan guru muda paling ganteng di EF pada saat itu, beruntungnya saya dua kali di ajar olehnya. pada pertemuan kedua kalinya, kelas saya merupakan kelas terakhir untuknya karena dia harus kembali ke negara asalnya, Amerika, yang saya tak tahu dimana tepatnya. saya merasa kelas ini adalah the best class i ever have !. di kelas kami lebih sering berdiskusi daripada membuka buku dan mengerjakan grammar yang membosankan.

sampai suatu hari kita berdiskusi mengenai gender, dan a job ! pada saat itu saya membela mati-matian tentang perempuan. we’re the best creature, the god ever made, kira-kira seperti itulah kelakuan saya . selain itu kebiasaan saya membuang yang tidak baik juga muncul saat membahas mengenenai pekerjaan.

(percakapan di bawah menggunakan bahasa inggris, tapi untuk mempermudah (saya) dituliskan menggunakan bahasa ibu kita semua, BAHASA INDONESIA)

saya: mereka bodoh, coba mereka pintar pasti tak mungkin jadi gelandangan.

bulekong : terus apa yang akan kamu lakukan agar tidak banyak gelandangan di negaramu.

saya : poin penting dari semua ini adalah pendidikan, jika kita pintar kita pasti bisa melakukan sesuatu. karena dia bodoh, dia lebih memilih menjadi gelandangan.

lihat betapa naifnya saya berkata seperti itu. merasa saya jahat ? YA, saya juga merasa jahat saat mengingatnya. kembali dengan percakapan gender.

saya : menurut saya perempuan dan laki-laki itu sama namun berbeda.

bulekong : maksudnya?

saya : ya, kita sama-sama bisa melakukan semuanya. namun pada dasarnya kita berbeda. lihat saja otak serta hormon-hormon kita. itu hal yang tak bisa di rubah. maaf saja kalau kami lebih sensitif tapi lihat sisi lain kami penyayang, lembut, dan memiliki pengendalian diri yang hebat.

setelah banyak argumen-argumen yang di ucapkan di kelas saya bertanya pada guru saya.

saya: mr.john, bagaimana menurutmu ?

bulekong : i think, people are people. tidak masalah dengan hal yang lain, gender, age, etc.

JLEB!

kata-kata itu menghujam jantungku . kenapa saya tidak pernah berfikir seperti itu. simpel namun sarat menghargai orang lain. dari situ saya mulai mengubah cara pandang saya. sekarang saya merasa semua tidak penting, yang penting hanyalah what they do, what they think, and what they feel. saya berusaha untuk melihat seseorang dari 3 poin tersebut. bukan gender, agama, umur, ataupun pekerjaan mereka. hal itu hanyalah penunjang atau yang mempengaruhi seseorang untuk berfikir, melakukan, dan merasakan sesuatu. selebihnya saya tetap berfikir bahwa kalau orang itu baik, ya mereka baik.

3 kata dari guru saya ini membuat saya untuk selalu open-minded. bayangkan hal baik yang terjadi jika semua orang menjunjung tinggi kata-kata itu.

jika anda membaca tulisan membosankan saya ini, saya hanya minta pada anda untuk mulai berfikir “people are people

like MJ said, make a better world guys , MAKE A BETTER WORLD !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Just a Picture.

chya wa here !

Cantya Paramita

Mahasiswa arsitektur biasa yang berharap luar biasa dan bertingkah tidak biasa.

What’s happening?

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


  • None
  • nolly: Pertamaxxx !! Aku suka kata2 ini, merancang itu menyenangkan, hingga seseorang menirumu :)
  • some1uknow: love is fated. ^_^
  • nollyartha: Pertamaxxx !! Hahaha. Lagi gethol2nya nyari cowok neh.. :p Semangat chomaricho!
%d bloggers like this: