ketika kopi bertemu cangkirnya.

Saya dan Surga

Posted on: January 30, 2010

Dulu saya meyakini bahwa jika surga memang ada, maka tidak akan ada orang yang bisa masuk ke dalamnya. Mana ada orang yang tidak punya dosa, pikir saya. Dulu malah pernah terbesit bahwa mohammad’s kindness it’s a nonsense. sekali lagi,  mana ada orang yang tidak punya dosa ?.

Sampai baru-baru ini saya diajak menonton televisi bersama ibu saya, melihat ceramah om ustad Zainuddin MZ. Terucap sebuah kalimat “kita bisa masuk surga asalkan timbangan kebaikan kita lebih berat dari timbangan keburukan kita”.

“oh begitu !” dalam hati saya berucap.

Mengingat kebodohan pikiran saya dulu kala membuat saya ingin tertawa. Buat apa tuhan menciptakan surga kalau tak ada hambanya yang mampu masuk ke dalamnya, waktu itu saya tak terpikir sejauh itu.

Tapi sesungguhnya saya juga bangga terhadap saya versi dahulu, bisa berfikir dan berani menyimpulkan.

Saya memang hebat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Just a Picture.

chya wa here !

Cantya Paramita

Mahasiswa arsitektur biasa yang berharap luar biasa dan bertingkah tidak biasa.

What’s happening?

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


  • None
  • nolly: Pertamaxxx !! Aku suka kata2 ini, merancang itu menyenangkan, hingga seseorang menirumu :)
  • some1uknow: love is fated. ^_^
  • nollyartha: Pertamaxxx !! Hahaha. Lagi gethol2nya nyari cowok neh.. :p Semangat chomaricho!
%d bloggers like this: