ketika kopi bertemu cangkirnya.

dulu saya punya mimpi, tapi sekarang saya tidak berani.

saya tiba-tiba bertanya-tanya dan ternostaligia saat membaca buku karangan dee yang berjudul perahu kertas. apakah saya punya mimpi ?

dulu saya punya mimpi,


jadi seorang presiden ! berkuasa dan di dengar orang . di post sebelumnya mungkin saya sudah pernah membahasnya. ketika saya masih kecil, saya berfikir hidup itu hanya hitam dan putih, baik dan jahat. makannya saya mau jadi presiden karena saya yakin saya tidak akan modal omong doang, saya bakal beri tindakan nyata. salah satu nya saya pengen pabrik rokok ditutup, karena saat itu saya berfikira rokok gak ada guna dan hanya malah membawa penyakit (sesudahnya saya sadar, kalau rokok kriminal si bapak jadi penjahat dong, lha wong dia perokok juga) . mimpi saya setinggi langit bukan. membuat dunia ini putih bersih pokoknya seperti hati saya :D

ada pula mimpi saya yang berpatokan kepada interest saya selama ini, yaitu penulis dan penyiar radio . kenapa penulis ? kenapa penyiar radio ? saya sejak SD sudah bergaya pasti dalam menulis, saya cinta menulis. saya bahkan melakukan semua paham tulis dipikiran saya. yaitu yang bersumber dari diri, entah berupa ide gagasan, karangan indah, atau pengalaman hidup yang penulis biasa lakukan. dan tulisan yang bersumber dari luar, berita atau karya ilmiah yang biasa dilakukan wartawan. saya menekuni dunia jurnalistik dari saya masih SD. mulai menulis cerpen sama cerbung dari SD. saya bahkan punya buku khusus kumpulan puisi yang saya bikin. semua masih tersimpan rapi di rumah, jejak-jejak sejarah saya.  waktu SMA saya ikut lagi ekstrakulikuler jurnalistik (SMP saya ikut theater karena gak ada jurnalistik) ngisi rubrik di koran jadi kebanggaan sendiri, 2 kali loh ! (bangga) i’m still on my way to my dream ! tapi hilang sudah semua saat saya masuk kuliah. paling notok juga nulis blog yang jarang banget di isi ini. yang baca aja blog ini aja  masih banyakan yang baca  tulisan saya zaman SD.  hingga penulis hilang dari otak saya, hanya jadi mimpi di masa lalu belaka.

saya ingin jadi penyiar radio karena saya suka mendengarkan radio dan orang-orang bilang suara saya bagus (mereka cuma dengar saya ngomong, makanya bagus. sampai saya sendiri pernah ditawarin ikutan nyinden di tempat les tari saya). gara-gara itu saya ngebet banget pengen jadi penyiar radio. zaman saya SMP ada tuh audisi buat siaran di sekolah. saya masuk saringan pertama tapi gagal di tes kedua yang saya yakini itu gara-gara saya niruin temen-temen saya yang buat catatan jadi waktu saya tes ngomongnya gak natural. padahal waktu tes pertama saya dadakan gak siap apa-apa tapi lolos. hmm, itu jadi penyesalan seumur hidup. karena saya tau saya bisa tapi gagal ! sampe situ mimpi saya belum padam, waktu SMA tiap saya dengar lowongan penyiar radio kuping saya gatal. mauuuuuuuuu~ tapi sayang gak terlaksana. padahal saya yakin dengan sedikit usaha saya pasti bisa mewujudkannya.

tapi sekarang saya tidak berani.


sekarang kembali ke masa ini. semakin kita dewasa semakin banyak pertimbangan-pertimbangan, bodohnya saya buat apa mimpi saja sampai ikut dipertimbangkan. saya ingin punya mimpi, tapi mimpi yang di atas itu menurut saya bukan lagi mimpi saya. itu mimpi saya di masa lalu. saya mau mimpi untuk masa depan. yang mau saya kejar dengan sekuat tenaga sepenuh hati. saya ingin hidup dengan punya harapan, punya cita-cita, punya mimpi. saya yakin dengan mimpi itu kita punya hidup, hidup kita hidup. kalian yang punya mimpi, jangan lepas begitu saja. pegang sekuat tenaga. saya disini juga akan mencari mimpi di jalan saya, arsitektur. saya tidak akan berhenti menulis saat ada yang membaca atau pun tidak. saya akan terus bermimpi. mimpi setinggi-tingginya. Dream High !

Tags:

2010 bisa dibilang tahun dimana saya berada di titik rendah dalam hidup saya. saya stress tidak karuan. menangis tanpa sebab, marah sama semuanya, terlebih lagi sama tuhan. banyak yang terjadi di tahun 2010 kemarin, saya berusaha berubah. saya mau berubah ! sayangnya lingkungan saya berubah lebih cepat daripada saya dan yang saya sadari, yang menyebabkan saya terseok-seok , jatuh, dan rasanya pengen mati.

namun masa itu sudah lewat kawan, jangan takut kehilangan saya. saya sudah bisa berdiri dan ikut berlari dengan perubahan.  no more tears ! saya banyak belajar di tahun 2010, saya sadari bahwa satu-satunya yang tidak saya lakukan tahun kemarin adalah bersyukur. saya yang selalu berpikir “i have no talent” selama belajar di arsitektur, selalu sendirian tidak berkawan, dan banyak pikiran yang sudah banyak melekat di otak saya yang pada intinya i’m not belong in here. lha wong saya gak bisa gambar, pinternya main secara verbal, gitu disuruh presentasi lewat gambar !

tapi tanpa sadari selama ini hasilnya alhamdulillah mengatakan sebaliknya.

saya yang gak bisa gambar ini gambarnya di pajang waktu pameran disebelahnya gambarannya dewo-dewo.

saya yang selalu stress di suruh presentasikan dengan gambar alhamdulillah dapet B di mata kuliah desain arsitektur yang notabene susah bener dapet nilai B kalau lihat kemampuan saya lawan teman-teman saya. (saya sampai nangis 2 hari gara-gara nilai lainnya gak bakal bisa ngejagain kalau nilai DA sampe dapet C).


saya yang merasa gak punya teman, terharu biru pas KRS an masih ada yang bingung biar bisa sekelas semester depan.

 

saya yang merasa susah bersosialisasi dan main kehimpunan ternyata bisa bertahan sampai akhir dan bisa jadi evaluator .

setelah mereview semua yang saya dapat tahun kemarin saya siap merubah cara pandang saya terhadap diri sendiri, jangan sampai saya meremehkan kekuatan diri saya sendiri. sudah bukan waktunya buat ngelihat kekurangan yang pada dasarnya gak akan ada habisnya. tahun 2011 ini saya siap menegakkan kepala dan tidak lagi hanya menunduk dan meminta belas kasihan kepada tuhan. saya menaruh harapan besar tahun ini. saya mau mengembalikan saya yang dulu percaya diri sampai mati, cerah ceria, and always think that no one as good as me ! cukup bagus bukan untuk jadi resolusi tahun ini ? semoga harapan ini gak cuma jadi harapan tahunan, tapi bisa terwujud dan muncul di post tahun depan dimana saya akan menulis betapa puasnya dengan tahun 2011. AMIN !

and how about your hope ?

even the Heaven !

yeah, just think that is a crazy-talk . but look around ! pasti banyak orang kaya yang bisa membeli surga. hanya orang kaya yang bisa bersedekah. hanya orang kaya yang bisa berzakat, hanya orang kaya yang bisa ngabisin duit buat ulang tahun sama anak yatim, hanya orang kaya yang bisa buka bersama sama orang duafa, hanya orang kaya yang bisa bolak-balik pergi ke tanah suci, dan berbagai hanya yang lainnya. cuma mereka yang berduit yang bisa melakukan hal itu semua !

nah, orang miskinnya ? orang-orang bilang,

orang kaya korupsi.

saya berfikir,

lah orang miskin maling .

(yah, orang selalu menghakimi orang kaya selalu korupsi, tapi gak boleh bilang kalau orang miskin selalu maling )

 

no offense !  ini hanya akibat pikiran saya yang melantur kemana-mana. tapi kita bisa lihat sendiri. i don’t care if people think that money can’t buy everything, but it can !  from business, friendship until love (bukan berarti semua itu ada kalau ketika ada uang ya, saya tidak menulis seperti itu). makanya semua orang berlomba-lomba sekolah yang pinter, dapet kerja enak, duit banyak, kaya sudah dia, pulang ke pangkuan tuhan masuk surga pula !

i just wanna change a statement which people always say  “money can’t buy everything” to “money is not everything, but money can buy everything”

kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk uang, tapi dengan uang kita bisa dapat banyak hal. menurut saya bukan masalah uangnya, tapi apa yang kita perbuat dengan uang itu. saya sendiri juga gak mau kalau dapet apa-apa harus selalu bayar. apapun yang gratis itu menyenangkan bukan ? tapi sayang semua gak gratis. maka dari itu lah fungsi uang di dunia ini, membeli apa yang tidak diberikan orang lain secara tulus dan cuma-cuma.

agree with me guys ? nod your head, and let’s keep trying to be a rich man !

 

hanya sebagai informasi, semester ini saya memakai kerudung tiap hari rabu karena bapak dosen agama saya mewajibkannya.  jujur saja saya sama sekali tidak keberatan, berhubung saya juga sudah pernah pakai kerudung selama 3 tahun (lewat sedikit terhitung saat zaman saya SD). malahan saya terkadang merasa ingin memakai kerudung tidak hanya pada hari rabu. nah disini masalahnya. tapi saya juga belum siap buat berkerudung selamalamanya.

dari perasaan saya yang mau tapi tidak mau tersebut, menimbulkan banyak pertanyaan (seperti yang saya biasa lakukan, bertanya) . apakah boleh kita memakai kerudung tanpa komitmen ? maksud saya disini adalah, saya akan memakai kerudung disaat saya mau, jika tidak ya sudah. pertanyaan ini sudah pernah saya tanyakan pada banyak orang, salah satunya lewat media facebook dan twitter. yang sebagian orang menjawab, TIDAK BOLEH.

dan saya bertanya kembali, KENAPA

dan mereka menjawab, YA KARENA GAK BOLEH, YA KARENA KERUDUNG ITU BERBEDA, YA KARENA KERUDUNG ITU ISTIMEWA

maaf, tapi jawaban mereka tidak memuaskan.

kenapa tidak boleh, padahal setiap pengajian atau pelajaran kita pakai kerudung yang setelahnya tidak ?

kenapa tidak boleh, apa bedanya saat kita kadang memakai baju tertutup lalu memakai kadang  baju terbuka ?

menurut saya tidak ada bedanya, menurut saya sah-sah saja . malah lebih baik  daripada tidak sama sekali. hanya kita harus siap dijadikan bahan gunjingan orang saja kan (fenomena ini terjadi sendiri di dekat saya) . dianggap cewek gak bener (padahal dia lebih banyak pakai kerudung daripada orang yang ngomongin), dianggap kerdus (kerudung dusta) , dianggap menjelekan nama islam (teman, agama lah yang melindungi kita, buka kita yang melindungi agama), dan segala macam alasan yang kadang dibuat-buat .

chya di hari rabu

saya bukan orang yang religius (saya memilih religius dengan menggunakan cara saya sendiri), jadi jika ada salah kata, jangan di kira saya sesat. betulkan saya ! saya menulis kali ini untuk meminta bantuan. siapa tau kalian lebih pintar daripada orang yang sekedar bilang YA KARENA GAK BOLEH.

Tags: ,

merancang itu menyenangkan, hingga seseorang mengkritikmu .

merancang itu menyenangkan, hingga seseorang menirumu.

merancang itu menyenangkan, hingga seseorang berkata kamu meniru mereka.

merancang itu menyenangkan, hingga ternyata semua orang tidak ada yang peduli.

namun merancang tetap menyenangkan selama dengan kritik kamu memperbaiki, dengan peniru kamu bersyukur, dengan inspirasi kamu lebih baik, dan saat tidak ada peduli kamu terus percaya pada diri sendiri hingga akhirnya orang lain akan percaya pada dirimu dan peduli.

saya selalu berfikir bahwa sahabat untuk selamanya. dia yang setia berada di belakang saya saat dibutuhkan, selalu di depan saya untuk menuntun jalan, dan selalu ada disamping saya agar saya tidak sendirian. itulah sahabat bagi saya. saya bukan orang yang dapat mempunyai banyak teman (bukan tidak pandai bersosialisasi), tapi yang saya yakini adalah mereka yang sampai saat ini bersama saya adalah sahabat-sahabat terbaik saya. buat apa frenemies kalau kita punya sahabat yang tidak bermuka dua ?

minggu ini adalah minggu berat bagi saya. bertahan di jurusan saya yang notabene bukan dunia saya, dengan teman-teman yang kebanyakan menurut saya hanya teman-disaat-butuh-saja (maaf), jujur saja membuat hidup saya kurang bahagia. semua fenomena itu menyebabkan saya yang lebih suka terdiam dan pergi saat marah berubah menjadi kasar. dari perkataan maupun tingkah laku. saya sudah cukup muak kalian anggap remeh dan dipermainkan seenak udel .

hari ini, setelah menangis sendiri saya bercerita kepada ibu saya. saya ditinggalkan teman terbaik saya, saya tidak punya teman, sahabat lama saya lah yang membantu saya bertahan selama ini. ibu saya yang setia mendengarkan tiap kata dari keluh kesah saya berkata manusia memiliki gaya masing-masing saat sudah menemukan seseorang yang bisa diandalkan, ada yang mengeksklusifkan diri ada juga yang tetap berlaku seperti biasa. namun semua terserah pada pribadi masing-masing. prilaku manusia juga tidak tau terima kasih. sebaik apapun orang sampai orang yang ditolongnya rela bersujud untuk berterima kasih, tidak usah menunggu hari untuknya melupakan kebaikan orang yang menolongnya. berlakulah baik sewajarnya, dan bencilah orang sewajarnya. terkadang orang yang kamu anggap baiknya setengah mati suatu saat juga akan menyakitimu juga, sama seperti orang yang kamu benci mungkin akan menolongmu suatu hari nanti.

kata-kata itu menghancurkan hati saya. saya masih mau percaya bahwa orang itu, sahabat-sahabat saya, akan selamanya menemani saya di belakang, depan atau disamping saya. sahabat-sahabat saya tidak akan bosan menerima keluh kesah saya, sahabat-sahabat saya akan bersedia membantu saya sebisa mereka, sahabat-sahabat saya akan sayang kepada saya sebesar sayang saya pada mereka sekarang. hari ini saya menangis dipangkuan ibu saya, menolak semua perkataannya yang saya sendiri akui kebenarannya. ibu mengelus-elus kepala saya dan berkata “semua itu bisa dilewati kalau kita bisa ikhlas”

dari awal saya yakin kalau saya sudah besar nanti saya akan bekerja di bidang yang dekat dengan manusia, mempelajari manusia, memanipulasi manusia, apapun yang berhubungan dengan manusia. pada dasarnya saya suka melihat fenomena atas sifat-sifat manusia, terkadang fenomena yang terjadi pada diri saya sendiri. semuanya unik, sederhana namun kompleks, putih namun hitam, semuanya saling bercampur aduk.  namun entah mengapa saya berada di antara kertas, pensil, dan semua alat gambar ini. jauh dari apa yang saya perkiraan. saya yang suka berbicara ini sudah banyak tidak didengar, mereka lebih tertarik untuk melihat. saya yang suka mendengar cerita orang sudah tidak lagi banyak mendengar, mereka lebih banyak terdiam dan bercerita lewat gambar.tanpa ragu saya yakin itu bukan dunia saya !

saya menjadi lebih sering disepelekan, dianggap tidak bisa apa-apa. tapi saya tau apa sebenarnya kemampuan saya. bukan bercerita lewat gambar, saya berbicara dengan bahasa verbal. maaf teman, bisa jadi bahasa verbal saya mungkin bisa jauh lebih baik dengan bahasa visual kalian. maka dari itu kita tidak bisa bertanding dalam kompetisi yang sama.  mari kalian melakukan dengan cara kalian dan biarkan saya melakukan cara saya sendiri.

semua orang memiliki kelebihan masing-masing walaupun bukan pada bidangnya. buat apa kita mengejar sesuatu yang kita tau pasti kalahnya . gunakan kelebihanmu dan lakukan yang terbaik. yang menjadi musuh terbesar dari dirimu adalah dirimu sendiri. seorang ibu pernah berkata, bakat itu seperti mutiara, dia disimpan jauh di dalam dasar bumi, ditutupi oleh kulit kerang, sama seperti bakat. kita tidak bisa berharap melihatnya dengan mudah, kita harus menggalinya terlebih dahulu. no pain, no gain ! carilah wilayah mutiaramu sendiri. jangan bersaing sia-sia ! listen, everybody is the winner !

Just a Picture.

chya wa here !

Cantya Paramita

Mahasiswa arsitektur biasa yang berharap luar biasa dan bertingkah tidak biasa.

What’s happening?

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


  • None
  • nolly: Pertamaxxx !! Aku suka kata2 ini, merancang itu menyenangkan, hingga seseorang menirumu :)
  • some1uknow: love is fated. ^_^
  • nollyartha: Pertamaxxx !! Hahaha. Lagi gethol2nya nyari cowok neh.. :p Semangat chomaricho!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.